Kamis, 14 Mei 2020

Perbedaan Malpraktek dan Negligence beserta contohnya


a  Pada malpraktek (dalam arti sempit) : tindakannya dilakukan secara sadar, dan tujuan dari tindakannya memang sudah terarah kepada akibat yang hendak ditimbulkan atau tak peduli terhadap akibatnya, walaupun ia mengetahui bahwa tindakannya itu adalah bertentangan dengan hukum yang berlaku, sedangkan pada kelalaian (negligence) : tidak ada motif ataupun tujuan untuk menimbulkan akibat yang terjadi. Akibat yang timbul itu disebabkan karena adanya kelalaian yang sebenarnya terjadi diluar kehendak.

Contoh kasus Malpraktek dan Negligence dalam labolatorium :
aa. Malpraktek : Seorang ATLM bernama A mendapat tugas untuk memeriksa sample darah dari pasien B dengan tujuan pemeriksaan golongan darah yang berguna untuk melakukan transfuse darah. ATLM A ini adalah karyawan baru dalam lab sehingga karyawan lain masih kurang tahu keahlian dari ATLM A ini. Akan tetapi karena hasil lab dibutuhkan secepatnya dan karyawan lain memiliki kesibukan masing-masing maka ATLM A ini mencoba melakukan pemeriksaan dan tidak peduli dengan hasil yang akurat atau tidak.

bb. Negligence : Mahasiswa/I TLM mendapat sebuah tugas praktikum kimia tentang reaksi penyabunan. Setiap kelompok mendapat alat dan bahan masing-masing yang akan digunakan. Kelompok A ingin mendahului kelompok B  untuk mendapat hasil terlebih dahulu. Maka dari itu saking keburunya kelompok A lupa mengeringkan alat yang baru saja mereka bersihkan. Alhasil, hasil yang mereka dapatkan tidak akurat dan praktikum mereka gagal karena kelalaian dalam bekerja.

     


     Semoga bermanfaat, tingalkan komentar ya :) 


s


Senin, 11 November 2019

SOP Vena dan Arteri

Nama : Felisitas putri abadi halawa
NIM  : 092019015
Prodi: Teknologi Laboratorium Medik


A. Vena


1. Pengertian Vena

Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung.

2. Tujuan


Tujuan dalam melakukan pengambilan darah pada vena yaitu untuk melakukan uji analisis darah. 

Uji darah adalah proses pengambilan sampel darah yang biasanya dilakukan melalui pembuluh darah untuk diperiksa di laboratorium. Tindakan ini juga dikenal sebagai tes darah. Uji darah merupakan salah satu metode yang paling umum digunakan untuk mengidentifikasi atau menangani gangguan kesehatan.

3. Lokasi 

Lokasi pengambilan darah yaitu :
a. Lengan : Vena basilica, Vena sefalika, Vena median cubiti, Vena
medial-antebrakial, Vena radialis.
b. Tungkai : Vena Saphenous.

4. Alat dan bahan
a. Spuit
b. Needle
c. Tourniquet
d. Kapas alkohol
e. Tabung vakum
f. Blood container
g. Plester

5. Cara kerja 

Prosedur kerja :
1) Lakukan penjelasan kepada penderita.
2) Cari vena yang akan ditusuk.
3) Letakkan tangan lurus serta ekstensikan dengan bantuan tangan kiri operator atau diganjal dengan telapak menghadap ke atas sambil mengepal.
4) Lakukan desinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan kapas steril yang telah dibasahi alcohol 70% dan biarkan sampai kering.
5) Lakukan pembendungan pada daerah proximal kira-kira 4-5 jari dari tempat penusukan agar vena tampak lebih jelas .
6) Pembendungan tidak boleh terlalu lama maksimail 2 menit terbaik 1 menit (mencegah hemokonsentrasi dan hematoma)
7) Ambil spuit dengan ukuran sesuai jumlah darah yang akan diambil .
8) Pegang spuit dengan tangan kanan, kencangkan jarumnya dan dorong penghisap sampai ke ujung depan.
9) Fiksasi pembuluh darah yang akan ditusuk dengan ibu jari tangan kiri.
10)Tusukkan jarum dengan sisi menghadap ke atas membentuk sudut15-30° sampai ujung jarum masuk kedalam vena dan terlihat darah dari pangkal jarum.
11)Fiksasi spuit dengan tangan kiri dengan membentuk sudut.  12) Penghisap spuit ditarik pelan-pelan sampai didapatkan volume darah yang didinginkan .
13)Kepalan tangan dibuka, lepaskan bendungan.
14)Letakkan kapas alcohol 70% diatas jarum, cabut jarum dengan menekan kapas menggunakan tangan kanan pada bekas tusukan selama beberapa menit untuk mencegah perdarahan, plester, tekan dengan telunjuk dan ibu jari penderita selama± 5 menit.
15)Lepaskan jarum, alirkan darah dalam wadah melalui dindingnya supaya tidak terjadi hemolisa.
16)Tuangkan darah ke dalam botol penampungan yang volumenya sesuai
17)Jika menggunakan antikoagulan, kocok botol beberapa menit agar antikoagulan tercampur dengan darah dan tidak terjadi pembekuan.

6. Dokumentasi 

Dalam pengambilan darah vena, dokumentasi sangatlah penting.

Dokumentasinya meliputi :
a. Cara permintaan pemeriksaan laboratorium melalui tertulis atau via telepon harus jelas.
b. Kelengkapan identitas pasien meliputi nama, umur/tanggal lahir, alamat, nomor rekam medis harus diidentifikasikan dengan jelas dan tepat.
c. Kelengkapan identitas pengirim meliputi nama dan asal ruangan.
d. Informasi khusus yang meliputi pasien sedang dalam kondisi puasa atau tidak, keterangan klinis/diagnosisi, dan obat.
e. Jenis pemeriksaan yang digunakan untuk tipe tabung.
f. Sampel harus menujukkan keterangan tanggal dan jam pengambilan, jenis sampel, lokasi darah yang diambil, teknik pengambilan, jenis transportasi, jam pemompresan dan jam penyimpanan.
g. Nama flebotomist.
h. Keterangan saat tindakan flebotomis, adanya tindakan atau tidak.
i. Pelabelan pada tabung : kecocokan pada identitas pasien.


B. Arteri


1. Pengertian Arteri


Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa

darah dari jantung.

2. Tujuan 


Tujuan dalam melakukan pengambilan darah pada arteri yaitu untuk

melakukan uji analisis darah. contohnya, untuk menganalisa gas pada
darah, keadekuatan ventilasi, oksigenasi seseorang, dan pemeriksaan
pH.

3. Lokasi


Lokasi pengambilan darah pada arteri yaitu :

a.Arteri Radialis dan Arteri Ulnaris (tangan)
b. Arteri Dorsalis pedis (punggung kaki)
c. Arteri Brakialis (otot pada lengan)
d. Arteri Femoralis (paha)

4. Alat dan bahan


a. Tourniquet

b. Kapas alkohol
c. Plesterin
d. Antikoagulan/EDTA
e. Tabung vakum
f. Bak injeksi
g. spuit dan needle

5. Cara kerja


Prosedur kerja :

a)Siapkan alat spuit.
b)Pilih bagian arteri. 
c)Pasang tourniquet jika diperlukan.
d)Lakukan palpasi (perabaan) dengan jari tangan untuk memastikan
  letak arteri.
e)Bersihkan kulit yang akan ditusuk dengan kapas alkohol 70%, biarkan kering. Kulit yang telah dibersihkan jangan dipeganglagi.
f)Pembersihan kulit searah atau melingkar.
g)Tekan bagian arteri yang akan ditusuk dengan dua jari tangan lalu tusukkan jarum di samping bawah jari telunjuk dengan posisi jarum tegak atau agak miring. Jika tusukan berhasil darah terlihat memasuki spuit dan mendorong thorak ke atas.
h)Setelah tercapai volume darah yang dikehendaki, tarik jarum dan segera letakkan kapas pada tempat tusukan lalu tekan kapas beberapa saat lalu plester selama kira-kira 15 menit.


6. Dokumentasi

Dokumentasi pengambilan darah pada arteri secara umum sama dengan
dokumentasi pada pengambilan darah pada Vena.
a. Mencatat tanggal dan waktu pelaksanaan tindakan
b. Mencatat hasil pengkajian sebelum, selama, dan setelah tindakan prosedur
c. Mencatat hasil observasi klien selama dan setelah tindakan